Tentang Penulis - Usfia Usman

rekomendasi journal note book untuk buku harianTentang Penulis – Usfia Usman

Ilustrasi

Saya adalah Usfia Usman, nama pena dari Lia Usfiyanah Agustin—seorang perempuan yang lahir dari keluarga miskin di sebuah kabupaten di Jawa Timur. Saya dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi adat, namun sering kali melupakan logika dan keadilan. Dalam keluarga kami, suara laki-laki selalu lebih keras didengar, meski belum tentu benar. Anak perempuan harus patuh tanpa boleh bertanya. Dan jika bertanya, maka jawabannya adalah: “Karena ini sudah turun-temurun.”

Saya tumbuh dalam ruang sempit, di mana urutan kelahiran menentukan panggilan dan perlakuan. Sepupu bisa menjadi “kakak” atau “adik” tergantung siapa orang tuanya, bukan siapa yang lebih tua atau lebih dekat. Tak ada yang boleh menggugat; sebab menggugat adat dianggap kurang ajar. Sementara saya, sejak kecil, memendam pertanyaan: “Mengapa perempuan hanya boleh menerima tanpa boleh memilih?”

Keluarga saya sederhana—secara ekonomi maupun pendidikan sangat minus . Orang tua saya tidak sempat mencicipi bangku kuliah. Ibuku hanya lulusan SD dan ayahku lulusan SMP. Saya tahu betul bagaimana rasanya tumbuh di rumah yang tidak pernah berbicara tentang cita-cita, hanya tentang bagaimana besok bisa makan. Tapi justru dari kekurangan itulah saya mengenal kekuatan—bahwa hidup yang berat bukan alasan untuk menyerah, melainkan bahan bakar untuk melawan.

Saya mulai menulis diam-diam, dengan pena murahan dan buku bekas, hanya untuk mengungkapkan isi hati yang tak bisa saya sampaikan kepada siapa pun. Menulis menjadi cara saya untuk tetap waras, ketika realitas seakan tidak memberi ruang untuk berpikir bebas. Kata-kata menjadi pelindung ketika saya merasa tak punya siapa-siapa. Ia menyelamatkan saya dari tenggelam dalam struktur yang menekan.

Kini, saya terus menulis bukan karena saya sempurna, tetapi karena saya ingin jujur. Saya ingin berbagi suara bagi mereka yang dibungkam. Saya ingin menyampaikan bahwa tidak semua warisan harus diwarisi, dan tidak semua tradisi harus ditaati tanpa ditanya ulang. Saya percaya bahwa menjadi perempuan di negeri patriarki adalah perjuangan seumur hidup, dan menulis adalah bentuk perlawanan yang paling jujur dan paling tenang.

Blog ini, Usfia Pustaka, adalah rumah dari luka yang saya jahit sendiri. Ia adalah tempat saya menyimpan cerita, keresahan, dan harapan—tentang perempuan, tentang keadilan, dan tentang kehidupan yang lebih setara. Jika kamu membaca ini dan merasa pernah terkurung oleh tradisi, miskin secara materi, atau kehilangan suara di dalam keluarga, ketahuilah: kamu tidak sendiri.

Terima kasih sudah hadir di sini. Rekomendasi 
Semoga tulisan-tulisan di blog ini bisa menjadi pelita kecil untuk jalanmu.

Usfia Usman

Comments